August 2026

Competitor Inventory Index: Mengukur Tekanan Supply di Sekitar Proyek

Pasar properti bukan hanya soal seberapa besar permintaan, tetapi juga seberapa banyak pilihan tersedia bagi calon pembeli. Sebuah proyek dapat memiliki lokasi bagus dan produk menarik, tetapi tetap menghadapi tekanan penjualan ketika terlalu banyak unit kompetitor tersedia dalam radius yang sama. Karena itu, developer membutuhkan ukuran yang mampu membaca tekanan supply secara sistematis. Competitor Inventory …

Competitor Inventory Index: Mengukur Tekanan Supply di Sekitar Proyek Read More »

Cara Mengidentifikasi Unit “Dead Stock” Sebelum Terlambat

Dalam bisnis yang memiliki persediaan unit bernilai tinggi, seperti dealer kendaraan, alat berat, properti, elektronik, atau mesin, stok yang tidak bergerak dapat menjadi masalah. Unit yang awalnya dianggap sebagai aset bisa berubah menjadi beban ketika terlalu lama berada di gudang, showroom, atau daftar penjualan. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai dead stock. Dead stock adalah …

Cara Mengidentifikasi Unit “Dead Stock” Sebelum Terlambat Read More »

Price Elasticity Properti: Seberapa Sensitif Pembeli terhadap Kenaikan Harga?

Harga merupakan salah satu faktor terpenting dalam keputusan membeli properti. Namun, kenaikan harga Rp10 juta tidak selalu menghasilkan respons yang sama pada setiap segmen konsumen. Dalam ekonomi, hubungan antara perubahan harga dan perubahan jumlah permintaan ini disebut price elasticity of demand atau elastisitas harga permintaan. Bagi developer dan investor, memahami price elasticity properti penting karena …

Price Elasticity Properti: Seberapa Sensitif Pembeli terhadap Kenaikan Harga? Read More »

Dynamic Pricing untuk Developer: Apakah Harga Rumah Harus Selalu Tetap?

Harga rumah sering dianggap harus konsisten sejak proyek diluncurkan hingga unit terjual. Padahal, permintaan konsumen, jumlah stok, biaya pembangunan, penawaran kompetitor, dan kondisi pembiayaan terus berubah. Karena itu, developer dapat menggunakan dynamic pricing untuk menyesuaikan harga berdasarkan kondisi pasar. Dalam properti, dynamic pricing bukan berarti harga berubah sembarangan setiap hari. Strategi ini adalah penetapan harga …

Dynamic Pricing untuk Developer: Apakah Harga Rumah Harus Selalu Tetap? Read More »

Inventory Aging: Metrik yang Jarang Dibahas dalam Penjualan Properti

Dalam penjualan properti, perhatian biasanya tertuju pada jumlah lead, booking, conversion rate, nilai transaksi, dan pencapaian target bulanan. Namun ada satu metrik yang sering luput dari dashboard manajemen: inventory aging. Padahal, umur stok dapat menunjukkan apakah suatu unit masih memiliki daya tarik pasar atau justru mulai berubah menjadi aset yang semakin mahal untuk dipertahankan. Inventory …

Inventory Aging: Metrik yang Jarang Dibahas dalam Penjualan Properti Read More »

Mengapa Developer Perlu Menghitung Revenue per Marketing Channel?

Dalam bisnis properti, marketing sering dievaluasi dari jumlah leads, cost per lead, impressions, atau traffic. Angka tersebut berguna, tetapi belum menjawab pertanyaan yang paling dekat dengan bisnis: berapa revenue yang benar-benar dihasilkan setiap marketing channel? Developer dapat memiliki ribuan leads dari Meta Ads, Google Search, portal properti, event, referral, broker, email, dan database reactivation. Masalah …

Mengapa Developer Perlu Menghitung Revenue per Marketing Channel? Read More »

Market Gap: Mencari Segmen Pembeli yang Belum Dilayani Developer

Pasar properti sering terlihat penuh. Dalam satu kawasan terdapat banyak cluster, apartemen, rumah subsidi, dan proyek baru. Namun banyaknya produk tidak berarti seluruh kebutuhan konsumen sudah terpenuhi. Di antara supply yang tersedia tetap ada kelompok pembeli yang kebutuhannya belum dijawab. Ruang inilah yang disebut market gap. Bagi developer, menemukan market gap bukan berarti mencari lokasi …

Market Gap: Mencari Segmen Pembeli yang Belum Dilayani Developer Read More »

Apakah Rumah Tipe 36 Masih Menjadi Produk Paling Rasional?

Rumah tipe 36 sudah lama menjadi salah satu produk populer di pasar properti Indonesia. Luas bangunan yang relatif kompak, harga yang lebih terjangkau, serta pilihan lokasi yang beragam membuat tipe ini identik dengan rumah pertama bagi keluarga muda. Namun, ketika kebutuhan konsumen dan kondisi pasar berubah, muncul pertanyaan: apakah rumah tipe 36 masih menjadi produk …

Apakah Rumah Tipe 36 Masih Menjadi Produk Paling Rasional? Read More »

Apa Hubungan Suku Bunga, KPR, dan Penjualan Rumah Berdasarkan Data 2026?

Pasar properti Indonesia pada 2026 memberikan gambaran menarik mengenai hubungan antara suku bunga, KPR, dan penjualan rumah. Ketiganya saling berkaitan, tetapi pengaruhnya tidak selalu berlangsung secara langsung. Kenaikan suku bunga, misalnya, tidak otomatis membuat seluruh konsumen berhenti membeli rumah. Namun, perubahan biaya kredit dapat memengaruhi kemampuan mencicil dan keputusan pembelian. Data Bank Indonesia menunjukkan dinamika …

Apa Hubungan Suku Bunga, KPR, dan Penjualan Rumah Berdasarkan Data 2026? Read More »

Pergeseran Selera Pembeli Rumah 2026 Berdasarkan Data Penjualan

Pasar properti Indonesia pada 2026 memperlihatkan perubahan menarik. Pembeli tidak sekadar mencari rumah berdasarkan ukuran atau lokasi, tetapi semakin mempertimbangkan keterjangkauan harga, kesiapan hunian, akses transportasi, dan kemudahan pembiayaan. Data penjualan serta pencarian properti menunjukkan bahwa konsumen menjadi lebih selektif ketika menentukan hunian. Perubahan tersebut terlihat jelas jika membandingkan kinerja penjualan pada dua kuartal pertama …

Pergeseran Selera Pembeli Rumah 2026 Berdasarkan Data Penjualan Read More »