admin

PropertyLounge.id adalah Konsultan Jasa Digital Marketing Property Agancy Terbaik dan Terpercaya Sejak 2008 di Indonesia. Untuk Info lengkap Digital Marketing Property Silahkan Hubungi Kami di +62 819-7810-088

Cash Conversion Cycle dalam Bisnis Developer Properti

Dalam bisnis developer properti, laba besar tidak selalu berarti kas tersedia dalam jumlah yang sama. Developer dapat mencatat penjualan tetapi tetap menghadapi tekanan likuiditas karena uang tertahan di inventory, piutang, atau pembiayaan. Karena itu, Cash Conversion Cycle atau CCC penting untuk memahami seberapa cepat modal kerja kembali menjadi kas. Cash Conversion Cycle mengukur jumlah hari …

Cash Conversion Cycle dalam Bisnis Developer Properti Read More »

Tren Digital Marketing Properti Tahun 2027 di Indonesia

Tren Digital Marketing Properti Tahun 2027 di Indonesia Industri properti Indonesia terus mengalami perubahan besar seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen. Jika sebelumnya pemasaran properti masih banyak bergantung pada iklan konvensional, pameran, dan jaringan agen, maka memasuki tahun 2027 strategi digital marketing akan menjadi salah satu faktor utama dalam memenangkan persaingan pasar. …

Tren Digital Marketing Properti Tahun 2027 di Indonesia Read More »

Dari Komplain Konsumen Menjadi Data Pengembangan Produk

Komplain konsumen sering dianggap sebagai masalah yang harus segera diselesaikan oleh tim layanan pelanggan. Padahal, di balik keluhan tentang produk rusak, fitur membingungkan, kemasan tidak praktis, layanan lambat, atau kualitas yang tidak sesuai harapan, terdapat data penting untuk menentukan arah pengembangan produk. Ketika dikelola sistematis, komplain bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan, melainkan bagian dari Voice of …

Dari Komplain Konsumen Menjadi Data Pengembangan Produk Read More »

Membaca Product-Market Fit dari Data Booking dan Pembatalan

Product-market fit adalah kondisi ketika produk benar-benar dibutuhkan pasar. Namun, dalam bisnis berbasis reservasi, sinyal tersebut tidak cukup dibaca dari jumlah booking. Booking menunjukkan minat awal, sedangkan pembatalan memperlihatkan seberapa kuat niat itu bertahan hingga transaksi direalisasikan. Karena itu, kombinasi keduanya dapat membantu membaca apakah produk memiliki kecocokan dengan kebutuhan pasar. Data reservasi nyata memperlihatkan …

Membaca Product-Market Fit dari Data Booking dan Pembatalan Read More »

Leading Indicator vs Lagging Indicator dalam Penjualan Properti

Dalam penjualan properti, tim sering terpaku pada angka yang sudah terjadi: jumlah booking, unit terjual, revenue, atau pencapaian target bulanan. Angka tersebut penting, tetapi termasuk lagging indicator karena menunjukkan hasil setelah aktivitas penjualan berlangsung. Saat indikator ini memburuk, ruang perbaikan sering sudah terbatas. Sebaliknya, leading indicator memberi sinyal lebih awal. Qualified leads, kecepatan follow-up, site …

Leading Indicator vs Lagging Indicator dalam Penjualan Properti Read More »

Competitor Inventory Index: Mengukur Tekanan Supply di Sekitar Proyek

Pasar properti bukan hanya soal seberapa besar permintaan, tetapi juga seberapa banyak pilihan tersedia bagi calon pembeli. Sebuah proyek dapat memiliki lokasi bagus dan produk menarik, tetapi tetap menghadapi tekanan penjualan ketika terlalu banyak unit kompetitor tersedia dalam radius yang sama. Karena itu, developer membutuhkan ukuran yang mampu membaca tekanan supply secara sistematis. Competitor Inventory …

Competitor Inventory Index: Mengukur Tekanan Supply di Sekitar Proyek Read More »

Cara Mengidentifikasi Unit “Dead Stock” Sebelum Terlambat

Dalam bisnis yang memiliki persediaan unit bernilai tinggi, seperti dealer kendaraan, alat berat, properti, elektronik, atau mesin, stok yang tidak bergerak dapat menjadi masalah. Unit yang awalnya dianggap sebagai aset bisa berubah menjadi beban ketika terlalu lama berada di gudang, showroom, atau daftar penjualan. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai dead stock. Dead stock adalah …

Cara Mengidentifikasi Unit “Dead Stock” Sebelum Terlambat Read More »

Price Elasticity Properti: Seberapa Sensitif Pembeli terhadap Kenaikan Harga?

Harga merupakan salah satu faktor terpenting dalam keputusan membeli properti. Namun, kenaikan harga Rp10 juta tidak selalu menghasilkan respons yang sama pada setiap segmen konsumen. Dalam ekonomi, hubungan antara perubahan harga dan perubahan jumlah permintaan ini disebut price elasticity of demand atau elastisitas harga permintaan. Bagi developer dan investor, memahami price elasticity properti penting karena …

Price Elasticity Properti: Seberapa Sensitif Pembeli terhadap Kenaikan Harga? Read More »

Dynamic Pricing untuk Developer: Apakah Harga Rumah Harus Selalu Tetap?

Harga rumah sering dianggap harus konsisten sejak proyek diluncurkan hingga unit terjual. Padahal, permintaan konsumen, jumlah stok, biaya pembangunan, penawaran kompetitor, dan kondisi pembiayaan terus berubah. Karena itu, developer dapat menggunakan dynamic pricing untuk menyesuaikan harga berdasarkan kondisi pasar. Dalam properti, dynamic pricing bukan berarti harga berubah sembarangan setiap hari. Strategi ini adalah penetapan harga …

Dynamic Pricing untuk Developer: Apakah Harga Rumah Harus Selalu Tetap? Read More »

Inventory Aging: Metrik yang Jarang Dibahas dalam Penjualan Properti

Dalam penjualan properti, perhatian biasanya tertuju pada jumlah lead, booking, conversion rate, nilai transaksi, dan pencapaian target bulanan. Namun ada satu metrik yang sering luput dari dashboard manajemen: inventory aging. Padahal, umur stok dapat menunjukkan apakah suatu unit masih memiliki daya tarik pasar atau justru mulai berubah menjadi aset yang semakin mahal untuk dipertahankan. Inventory …

Inventory Aging: Metrik yang Jarang Dibahas dalam Penjualan Properti Read More »