Marketing Efficiency Ratio (MER): Rumus, Contoh, dan Cara Mengukurnya

Perusahaan menjalankan pemasaran melalui berbagai kanal, mulai dari mesin pencari, media sosial, marketplace, influencer, email, kegiatan promosi, hingga penjualan offline. Masalahnya, setiap platform menggunakan sistem atribusi yang berbeda sehingga masing-masing kanal dapat mengklaim kontribusi atas transaksi yang sama.

Akibatnya, laporan per kanal dapat terlihat sangat baik, sementara pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan tidak menunjukkan hasil yang sebanding.

Marketing Efficiency Ratio (MER) digunakan untuk melihat efektivitas pemasaran dari perspektif bisnis secara keseluruhan. Metrik ini membandingkan pendapatan dengan total biaya pemasaran dalam periode yang sama, tanpa bergantung sepenuhnya pada klaim atribusi sebuah platform.

Pengukuran tersebut semakin relevan di Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa 72,78% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024, meningkat dari 69,21% pada 2023. Meluasnya akses internet membuat perjalanan konsumen semakin tersebar di berbagai kanal digital sehingga evaluasi pemasaran memerlukan pengukuran yang lebih menyeluruh.

Apa Itu Marketing Efficiency Ratio?

Marketing Efficiency Ratio adalah rasio yang mengukur jumlah pendapatan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan total biaya pemasaran pada periode tertentu.

Rumus yang umum digunakan adalah:

MER = Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

Apabila sebuah perusahaan memperoleh pendapatan Rp1 miliar dengan biaya pemasaran Rp250 juta, MER perusahaan tersebut adalah:

MER = Rp1.000.000.000 ÷ Rp250.000.000 = 4

MER sebesar 4x berarti setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk pemasaran berkaitan dengan Rp4 pendapatan perusahaan.

Shopify mendefinisikan MER sebagai total pendapatan yang dibagi dengan total pengeluaran pemasaran. Metrik ini digunakan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai efisiensi seluruh aktivitas pemasaran, bukan hanya satu kampanye atau kanal.

Perbedaan Definisi MER yang Harus Diperhatikan

Istilah MER belum digunakan secara seragam oleh seluruh perusahaan dan platform analitik.

Terdapat dua bentuk perhitungan yang sering disebut MER:

1. MER dalam bentuk kelipatan

Rumusnya adalah:

Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

Contoh:

Rp1 miliar ÷ Rp250 juta = 4x

Dalam bentuk ini, MER yang lebih tinggi umumnya menunjukkan efisiensi pendapatan yang lebih baik.

2. MER dalam bentuk persentase biaya

Beberapa platform menggunakan rumus terbalik:

Total Biaya Pemasaran ÷ Total Pendapatan × 100%

Dengan data yang sama:

Rp250 juta ÷ Rp1 miliar × 100% = 25%

Dalam bentuk ini, angka yang lebih rendah menunjukkan bahwa bagian pendapatan yang digunakan untuk pemasaran semakin kecil.

Triple Whale, misalnya, menggunakan istilah MER untuk biaya iklan dibagi pendapatan pesanan dalam dashboard tertentu. Namun, dokumentasi lainnya juga menggunakan definisi pendapatan dibagi biaya iklan. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa definisi MER dapat bervariasi antarplatform.

Untuk menghindari kesalahan interpretasi, perusahaan sebaiknya menuliskan metrik secara eksplisit:

  • MER Multiple: pendapatan ÷ biaya pemasaran;
  • Marketing Cost Ratio: biaya pemasaran ÷ pendapatan;
  • Blended ROAS: pendapatan ÷ total biaya iklan berbayar.

Dalam artikel ini, istilah Marketing Efficiency Ratio atau MER menggunakan rumus total pendapatan dibagi total biaya pemasaran.

Rumus Marketing Efficiency Ratio

Rumus dasar Marketing Efficiency Ratio adalah:

MER = Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

Komponen perhitungannya harus berasal dari periode yang sama.

Apabila pendapatan dihitung untuk Januari–Maret, seluruh pengeluaran pemasaran yang digunakan sebagai pembagi juga harus berasal dari Januari–Maret.

Contoh perhitungan MER

Sebuah perusahaan mencatat data berikut selama satu kuartal:

Komponen Nilai
Pendapatan bersih Rp2.400.000.000
Iklan digital Rp300.000.000
Biaya agensi Rp75.000.000
Produksi konten Rp50.000.000
Influencer dan afiliasi Rp60.000.000
Perangkat lunak pemasaran Rp15.000.000
Total biaya pemasaran Rp500.000.000

Perhitungannya:

MER = Rp2.400.000.000 ÷ Rp500.000.000

MER = 4,8x

Artinya, setiap Rp1 biaya pemasaran berkaitan dengan Rp4,80 pendapatan.

Dalam bentuk rasio biaya pemasaran:

Rp500.000.000 ÷ Rp2.400.000.000 × 100% = 20,83%

Artinya, perusahaan menggunakan sekitar 20,83% dari pendapatannya untuk membiayai aktivitas pemasaran.

Apa Saja yang Termasuk Biaya Pemasaran?

Kesalahan pengukuran MER sering terjadi karena perusahaan hanya memasukkan biaya iklan digital, tetapi mengabaikan biaya pemasaran lainnya.

Total biaya pemasaran dapat mencakup:

  • biaya Google Ads;
  • biaya Meta Ads;
  • biaya TikTok Ads;
  • biaya marketplace advertising;
  • komisi afiliasi;
  • biaya influencer;
  • biaya agensi;
  • biaya produksi desain dan video;
  • perangkat lunak pemasaran;
  • kegiatan pameran dan event;
  • sponsorship;
  • promosi penjualan;
  • biaya riset pasar;
  • biaya public relations;
  • biaya freelancer atau kontraktor;
  • gaji tim pemasaran, apabila menggunakan pendekatan fully loaded.

Shopify menyarankan agar perusahaan menentukan biaya apa saja yang dimasukkan dan mempertahankan definisi tersebut secara konsisten pada perhitungan berikutnya. Shopify umumnya memasukkan biaya kampanye, produksi kreatif, alat pemasaran, dan kontraktor, tetapi dapat mengecualikan biaya tetap tertentu tergantung tujuan analisis.

Karena itu, perusahaan dapat membuat dua tingkat MER:

Media MER

Pendapatan ÷ total biaya media berbayar

Media MER digunakan untuk mengevaluasi efisiensi investasi iklan lintas platform.

Fully Loaded MER

Pendapatan ÷ seluruh biaya pemasaran

Fully Loaded MER memasukkan biaya media, agensi, produksi konten, teknologi, promosi, event, dan biaya tenaga kerja yang relevan.

Fully Loaded MER lebih berguna untuk evaluasi manajemen dan keuangan karena memberikan gambaran biaya pemasaran yang lebih lengkap.

Pendapatan Apa yang Digunakan dalam MER?

Perusahaan harus menentukan definisi pendapatan secara konsisten. Pilihan yang dapat digunakan meliputi:

  • gross revenue;
  • gross sales;
  • net revenue;
  • pendapatan setelah diskon;
  • pendapatan setelah pembatalan;
  • pendapatan setelah pengembalian barang;
  • pendapatan pelanggan baru;
  • pendapatan seluruh pelanggan.

Untuk pengambilan keputusan bisnis, net revenue biasanya lebih informatif daripada gross sales karena telah memperhitungkan diskon, pembatalan, atau pengembalian yang relevan.

Namun, pilihan terbaik bergantung pada karakter bisnis. Hal terpenting adalah menggunakan definisi yang sama pada seluruh periode perbandingan.

Contohnya, MER Januari yang menggunakan gross sales tidak boleh langsung dibandingkan dengan MER Februari yang menggunakan net revenue.

Perbedaan MER dan ROAS

Marketing Efficiency Ratio sering dianggap sama dengan Return on Ad Spend. Keduanya memang menggunakan hubungan antara pendapatan dan pengeluaran, tetapi ruang lingkupnya berbeda.

Baca Juga :  Bagaimana Menghindari Investasi Properti yang Overvalued?
Aspek MER ROAS
Fokus Kinerja pemasaran secara keseluruhan Kinerja iklan tertentu
Pendapatan Total pendapatan perusahaan Pendapatan yang diatribusikan ke iklan
Biaya Total biaya pemasaran Biaya iklan
Cakupan Seluruh kanal Kampanye, kanal, atau platform
Ketergantungan atribusi Relatif rendah Tinggi
Penggunaan Evaluasi bisnis dan anggaran Optimasi kampanye
Tingkat analisis Strategis Taktis

Rumus ROAS adalah:

ROAS = Pendapatan yang Diatribusikan ke Iklan ÷ Biaya Iklan

Rumus MER adalah:

MER = Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

ROAS membantu menjawab:

Kampanye atau kanal mana yang terlihat menghasilkan pendapatan?

MER membantu menjawab:

Seberapa efisien seluruh investasi pemasaran dalam mendukung pendapatan perusahaan?

Triple Whale menjelaskan bahwa ROAS biasanya bersifat spesifik kanal dan bergantung pada model atribusi, sedangkan MER memberikan pandangan yang lebih menyeluruh terhadap kinerja pemasaran.

Mengapa ROAS Antarplatform Tidak Boleh Langsung Dijumlahkan?

Seorang konsumen dapat melihat iklan di Instagram, mencari merek melalui Google, membaca email promosi, lalu membeli melalui website.

Dalam kondisi tersebut:

  • Meta dapat mengklaim transaksi berdasarkan tayangan atau klik iklan;
  • Google dapat mengklaim transaksi berdasarkan pencarian;
  • email marketing dapat mengklaim transaksi berdasarkan klik terakhir;
  • program afiliasi juga dapat mengklaim transaksi yang sama.

Apabila seluruh pendapatan yang diklaim setiap platform dijumlahkan, nilainya dapat melebihi pendapatan aktual perusahaan.

Google Analytics menyediakan laporan attribution paths untuk menunjukkan kanal yang memulai, membantu, dan menyelesaikan perjalanan menuju pembelian atau pengisian formulir. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebuah konversi dapat melibatkan beberapa touchpoint, bukan hanya satu kanal.

MER mengurangi masalah duplikasi tersebut karena menggunakan total pendapatan aktual perusahaan sebagai pembilang, bukan menjumlahkan klaim pendapatan dari setiap platform.

Perbedaan MER, ROI, CAC, dan POAS

MER

Mengukur hubungan antara total pendapatan dan total biaya pemasaran.

MER = Pendapatan ÷ Biaya Pemasaran

Marketing ROI

Mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dibandingkan dengan investasi pemasaran.

Marketing ROI = (Keuntungan dari Pemasaran − Biaya Pemasaran) ÷ Biaya Pemasaran × 100%

ROI lebih dekat dengan profitabilitas, tetapi perhitungannya membutuhkan estimasi keuntungan yang benar-benar berasal dari pemasaran.

Customer Acquisition Cost

Mengukur biaya rata-rata untuk memperoleh satu pelanggan baru.

CAC = Total Biaya Akuisisi ÷ Jumlah Pelanggan Baru

CAC tidak menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh dari setiap pelanggan. Karena itu, CAC perlu dibandingkan dengan customer lifetime value.

POAS

Profit on Ad Spend mengukur laba kontribusi yang diperoleh dibandingkan dengan biaya iklan.

POAS = Laba Kontribusi dari Penjualan ÷ Biaya Iklan

POAS lebih dekat dengan profitabilitas daripada ROAS, tetapi membutuhkan data biaya produk, diskon, pengiriman, biaya pembayaran, dan pengembalian.

Mengapa Marketing Efficiency Ratio Penting?

1. Memberikan pandangan menyeluruh

MER mengukur hasil gabungan seluruh aktivitas pemasaran. Metrik ini membantu perusahaan melihat apakah pertumbuhan anggaran pemasaran diikuti pertumbuhan pendapatan yang sebanding.

2. Mengurangi ketergantungan pada atribusi platform

MER tidak membutuhkan keputusan tentang platform mana yang menerima kredit atas setiap transaksi. Pengukuran menggunakan total pendapatan aktual dan total biaya pemasaran.

3. Membantu menetapkan anggaran

Perusahaan dapat menggunakan target MER untuk memperkirakan anggaran pemasaran.

Rumusnya:

Anggaran Pemasaran = Target Pendapatan ÷ Target MER

Apabila target pendapatan adalah Rp10 miliar dan target MER 5x:

Anggaran Pemasaran = Rp10 miliar ÷ 5

Anggaran Pemasaran = Rp2 miliar

4. Memantau efisiensi saat bisnis bertumbuh

Pertumbuhan pendapatan tidak selalu menunjukkan perbaikan kinerja apabila biaya pemasaran meningkat lebih cepat.

MER membantu membedakan pertumbuhan yang efisien dari pertumbuhan yang terlalu bergantung pada belanja pemasaran.

5. Menjadi indikator peringatan dini

Penurunan MER secara bertahap dapat menunjukkan:

  • biaya iklan meningkat;
  • conversion rate menurun;
  • average order value menurun;
  • promosi terlalu agresif;
  • retensi pelanggan melemah;
  • kualitas traffic menurun;
  • bauran kanal kurang efektif;
  • pertumbuhan biaya lebih cepat daripada pendapatan.

Namun, penyebab tersebut tetap perlu diperiksa menggunakan metrik pendukung.

Cara Menghitung Marketing Efficiency Ratio

Langkah 1: Tentukan periode analisis

Pilih periode yang jelas, misalnya:

  • harian;
  • mingguan;
  • bulanan;
  • kuartalan;
  • tahunan;
  • rolling 30 days;
  • rolling 90 days.

Analisis harian dapat menghasilkan fluktuasi tinggi, terutama pada bisnis dengan jeda waktu panjang antara iklan dan transaksi. Untuk evaluasi strategis, data bulanan atau rolling period biasanya lebih stabil.

Langkah 2: Tentukan definisi pendapatan

Pilih salah satu definisi dan gunakan secara konsisten, misalnya net revenue setelah diskon dan pengembalian.

Langkah 3: Kumpulkan seluruh biaya pemasaran

Gabungkan pengeluaran dari seluruh kanal serta biaya pendukung sesuai cakupan MER yang telah ditentukan.

Langkah 4: Samakan periode pendapatan dan biaya

Jangan membandingkan pendapatan satu bulan dengan biaya pemasaran dua bulan.

Langkah 5: Hitung MER

Bagi total pendapatan dengan total biaya pemasaran.

Langkah 6: Bandingkan dengan target dan periode sebelumnya

MER akan lebih bermakna ketika dibandingkan dengan:

  • target perusahaan;
  • rata-rata historis;
  • periode tahun sebelumnya;
  • margin kontribusi;
  • tahap pertumbuhan bisnis;
  • perubahan produk dan harga;
  • komposisi pelanggan baru dan lama.

Cara Menentukan Break-Even MER

MER tinggi belum tentu menguntungkan, sedangkan MER rendah belum tentu buruk. Penilaiannya harus mempertimbangkan margin kontribusi.

Margin kontribusi adalah persentase pendapatan yang tersisa setelah biaya variabel nonpemasaran dikurangi.

Secara sederhana:

Break-Even MER = 1 ÷ Margin Kontribusi

Contoh:

Margin Kontribusi Sebelum Pemasaran Break-Even MER
20% 5,00x
30% 3,33x
40% 2,50x
50% 2,00x
60% 1,67x

Apabila margin kontribusi sebelum pemasaran adalah 40%, setiap Rp100 juta pendapatan menghasilkan Rp40 juta untuk membayar pemasaran dan biaya tetap.

Break-even MER-nya:

1 ÷ 40% = 2,5x

Artinya, secara sederhana, perusahaan membutuhkan setidaknya Rp2,50 pendapatan untuk setiap Rp1 biaya pemasaran agar margin kontribusi dapat menutup biaya pemasaran.

Perhitungan tersebut belum memasukkan:

  • gaji dan biaya administrasi;
  • sewa;
  • pajak;
  • biaya teknologi;
  • kebutuhan laba;
  • biaya modal;
  • risiko pengembalian;
  • perubahan arus kas.

Karena itu, target MER seharusnya lebih tinggi daripada break-even MER apabila perusahaan ingin menghasilkan laba setelah seluruh biaya tetap.

Baca Juga :  Property Agency: Memilih dan Mengoptimalkan Layanan untuk Sukses di Pasar Properti

Apa Nilai MER yang Bagus?

Tidak ada satu angka MER yang dapat dianggap ideal untuk seluruh bisnis.

Shopify menyatakan bahwa perusahaan mapan dapat menggunakan kisaran 3x–5x sebagai referensi awal, tetapi hasil yang tepat bergantung pada industri, tahap pertumbuhan, struktur biaya, dan tujuan perusahaan. Perusahaan baru yang berinvestasi besar dalam awareness dapat memiliki MER lebih rendah daripada perusahaan yang sudah matang.

Triple Whale juga menegaskan bahwa tidak ada satu nilai MER universal untuk semua industri. Bahkan, platform tersebut menggunakan bentuk persentase biaya terhadap pendapatan dalam sebagian produknya, sehingga angka benchmark tidak boleh dibandingkan tanpa menyamakan definisinya terlebih dahulu.

MER yang baik harus memenuhi tiga syarat:

  1. berada di atas titik impas perusahaan;
  2. mendukung target laba dan arus kas;
  3. tetap memungkinkan pertumbuhan yang sehat.

Contoh interpretasi

Sebuah perusahaan memiliki:

  • margin kontribusi sebelum pemasaran: 35%;
  • break-even MER: 2,86x;
  • target laba operasional: 10%;
  • MER aktual: 3,1x.

MER 3,1x memang berada di atas titik impas pemasaran. Namun, selisihnya mungkin belum cukup untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan target laba 10%.

Karena itu, menyebut MER 3,1x sebagai “bagus” tanpa melihat struktur biaya merupakan kesimpulan yang terlalu sederhana.

Cara Membaca Perubahan MER

MER meningkat dan pendapatan meningkat

Kondisi ini umumnya positif. Pendapatan tumbuh lebih cepat daripada biaya pemasaran.

Namun, periksa apakah pertumbuhan berasal dari:

  • pelanggan baru;
  • pembelian ulang;
  • kenaikan harga;
  • promosi musiman;
  • peningkatan average order value;
  • pendapatan organik.

MER meningkat tetapi pendapatan menurun

Kondisi ini dapat terjadi ketika perusahaan memangkas biaya pemasaran lebih cepat daripada penurunan pendapatan.

Secara matematis MER membaik, tetapi ukuran bisnis justru mengecil. Karena itu, MER tidak boleh dianalisis tanpa melihat pertumbuhan pendapatan.

MER menurun tetapi pendapatan meningkat

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika perusahaan meningkatkan investasi untuk ekspansi pasar.

MER yang lebih rendah belum tentu buruk apabila perusahaan:

  • memperoleh banyak pelanggan baru;
  • memasuki wilayah baru;
  • membangun awareness;
  • meningkatkan retensi;
  • menghasilkan lifetime value yang lebih besar.

MER dan pendapatan sama-sama menurun

Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena perusahaan kehilangan skala sekaligus efisiensi.

Cara Meningkatkan Marketing Efficiency Ratio

1. Tingkatkan conversion rate

Perbaikan conversion rate memungkinkan perusahaan memperoleh lebih banyak transaksi dari traffic yang sama.

Langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • memperjelas value proposition;
  • menyederhanakan checkout;
  • meningkatkan kecepatan website;
  • memperbaiki halaman produk;
  • menambahkan bukti sosial;
  • memberikan informasi harga yang transparan;
  • mengurangi hambatan formulir;
  • memperbaiki follow-up leads.

2. Tingkatkan average order value

Average order value dapat ditingkatkan melalui:

  • bundling;
  • upselling;
  • cross-selling;
  • batas minimum gratis ongkir;
  • paket berlangganan;
  • rekomendasi produk;
  • penawaran berdasarkan jumlah pembelian.

3. Tingkatkan retensi pelanggan

Pembelian ulang dapat meningkatkan pendapatan tanpa membutuhkan biaya akuisisi sebesar pelanggan baru.

Strateginya dapat berupa:

  • email retention;
  • loyalty program;
  • subscription;
  • layanan purnajual;
  • customer service;
  • personalisasi penawaran;
  • kampanye win-back.

4. Evaluasi bauran kanal

Jangan memotong anggaran hanya berdasarkan ROAS platform. Kanal awareness dapat membantu pencarian merek, direct traffic, dan konversi di kanal lain.

Gunakan kombinasi:

  • MER untuk evaluasi keseluruhan;
  • ROAS untuk optimasi taktis;
  • CAC untuk biaya pelanggan baru;
  • cohort analysis untuk retensi;
  • incrementality test untuk dampak kausal.

5. Kendalikan biaya produksi pemasaran

Efisiensi dapat ditingkatkan melalui:

  • penggunaan ulang aset kreatif;
  • standardisasi proses produksi;
  • pengelolaan agensi;
  • negosiasi perangkat lunak;
  • pengurangan pekerjaan berulang;
  • otomatisasi pelaporan;
  • perpustakaan konten.

6. Perbaiki kualitas pengukuran

Pastikan perusahaan mempunyai:

  • definisi revenue yang konsisten;
  • integrasi data penjualan;
  • pencatatan refund;
  • UTM yang standar;
  • data biaya lintas kanal;
  • periode pelaporan yang sama;
  • pemisahan pelanggan baru dan lama.

KPI yang Harus Dipantau Bersama MER

MER tidak dapat menjelaskan sumber perubahan secara mandiri. Gunakan metrik pendukung berikut:

Area KPI
Pertumbuhan Revenue growth dan order growth
Akuisisi CAC dan new customer rate
Iklan ROAS, CPC, CPM dan CTR
Konversi Conversion rate dan lead-to-sale rate
Nilai transaksi Average order value
Retensi Repeat purchase rate dan churn
Pelanggan Customer lifetime value
Profitabilitas Contribution margin, POAS dan net margin
Operasional Refund rate dan cancellation rate
Merek Branded search dan direct traffic

Shopify merekomendasikan evaluasi pemasaran secara taktis sekaligus holistik. Metrik per kanal membantu optimasi operasional, sedangkan MER, revenue growth, dan CAC memberikan gambaran kinerja bisnis secara keseluruhan.

Contoh Dashboard Marketing Efficiency Ratio

Periode Pendapatan Biaya Pemasaran MER Marketing Cost Ratio CAC Margin Kontribusi
Januari Rp800 juta Rp200 juta 4,00x 25,00% Rp250.000 42%
Februari Rp900 juta Rp240 juta 3,75x 26,67% Rp275.000 41%
Maret Rp1,1 miliar Rp320 juta 3,44x 29,09% Rp310.000 38%
April Rp1,2 miliar Rp300 juta 4,00x 25,00% Rp285.000 40%

Data tersebut menunjukkan bahwa pendapatan meningkat dari Januari hingga April. Namun, efisiensi menurun pada Februari dan Maret karena biaya pemasaran tumbuh lebih cepat daripada pendapatan.

Pada April, MER kembali menjadi 4x karena pendapatan meningkat, sementara biaya pemasaran menurun.

Analisis berikutnya harus memeriksa:

  • kanal yang mengalami perubahan;
  • proporsi pelanggan baru;
  • average order value;
  • biaya iklan;
  • conversion rate;
  • margin kontribusi;
  • tingkat pembelian ulang.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan MER

Menggunakan definisi yang berubah-ubah

Perubahan komponen biaya membuat tren MER tidak dapat dibandingkan secara adil.

Menganggap seluruh pendapatan disebabkan pemasaran periode berjalan

Sebagian pendapatan dapat berasal dari pelanggan lama, reputasi merek, distribusi, produk, aktivitas pemasaran sebelumnya, atau faktor musiman.

Mengabaikan margin

MER mengukur pendapatan, bukan laba. Produk dengan MER tinggi dapat tetap merugi apabila margin sangat rendah.

Mengabaikan refund dan pembatalan

Penggunaan gross sales dapat membuat MER terlihat lebih baik daripada hasil ekonomi sebenarnya.

Mengoptimalkan MER dengan memotong seluruh aktivitas awareness

Pemotongan anggaran dapat meningkatkan MER dalam jangka pendek, tetapi berpotensi mengurangi permintaan merek dan pelanggan baru pada periode berikutnya.

Baca Juga :  Peran Digital Marketing dalam Penjualan Properti Tangerang

Membandingkan MER antarperusahaan tanpa menyamakan definisi

Satu perusahaan dapat memasukkan hanya biaya iklan, sedangkan perusahaan lain memasukkan seluruh biaya pemasaran. Perbandingannya tidak valid.

Menganggap korelasi sebagai sebab-akibat

Peningkatan pendapatan bersamaan dengan kampanye tidak membuktikan bahwa seluruh pertumbuhan disebabkan kampanye tersebut.

Google menjelaskan bahwa Conversion Lift menggunakan kelompok perlakuan dan kontrol untuk mengukur konversi tambahan yang benar-benar disebabkan oleh paparan iklan. Pendekatan incrementality lebih tepat untuk menguji dampak kausal daripada hanya mengandalkan laporan atribusi atau perubahan MER.

Keterbatasan Marketing Efficiency Ratio

MER mempunyai beberapa keterbatasan penting.

Pertama, MER tidak menunjukkan kanal mana yang memberikan hasil terbaik. Kedua, metrik ini tidak secara langsung mengukur laba. Ketiga, MER dapat dipengaruhi musim, promosi, harga, stok, dan pembelian ulang.

Keempat, MER dapat terlihat membaik hanya karena biaya pemasaran dipotong, meskipun pendapatan menurun. Kelima, MER tidak dapat membuktikan bahwa pemasaran menyebabkan seluruh pendapatan yang tercatat.

Karena itu, MER sebaiknya digunakan sebagai:

  • indikator kesehatan pemasaran secara keseluruhan;
  • alat perencanaan anggaran;
  • metrik pemantauan tren;
  • penghubung antara marketing dan finance;
  • pelengkap analisis channel;
  • dasar investigasi, bukan satu-satunya dasar keputusan.

Kesimpulan

Marketing Efficiency Ratio (MER) adalah metrik yang membandingkan total pendapatan dengan total biaya pemasaran. Metrik ini membantu perusahaan mengevaluasi apakah pertumbuhan biaya pemasaran menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sebanding.

Rumus yang digunakan dalam artikel ini adalah:

MER = Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

MER sebesar 4x berarti setiap Rp1 biaya pemasaran berkaitan dengan Rp4 pendapatan.

Namun, angka MER tidak boleh dianalisis secara terpisah. Perusahaan perlu mempertimbangkan margin kontribusi, pertumbuhan pendapatan, pelanggan baru, retensi, CAC, average order value, serta profitabilitas.

Nilai MER yang dianggap baik tidak bersifat universal. Targetnya harus ditentukan berdasarkan titik impas, struktur biaya, tahap pertumbuhan, dan tujuan perusahaan.

MER paling bermanfaat ketika digunakan bersama ROAS untuk optimasi kanal, CAC untuk mengukur biaya pelanggan baru, POAS untuk profitabilitas iklan, serta incrementality testing untuk mengukur dampak kausal pemasaran.

FAQ tentang Marketing Efficiency Ratio

Apa yang dimaksud dengan Marketing Efficiency Ratio?

Marketing Efficiency Ratio adalah rasio antara total pendapatan dan total biaya pemasaran dalam periode yang sama. Metrik ini digunakan untuk mengukur efisiensi pemasaran secara menyeluruh.

Bagaimana rumus Marketing Efficiency Ratio?

Rumus yang umum digunakan adalah total pendapatan dibagi total biaya pemasaran.

MER = Total Pendapatan ÷ Total Biaya Pemasaran

Apa arti MER 4x?

MER 4x berarti setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk pemasaran berkaitan dengan Rp4 pendapatan perusahaan.

Apakah MER sama dengan ROAS?

Tidak. ROAS mengukur pendapatan yang diatribusikan kepada iklan tertentu dibandingkan biaya iklan tersebut. MER membandingkan total pendapatan dengan total biaya pemasaran.

Apakah MER sama dengan blended ROAS?

MER yang hanya menggunakan total biaya iklan sebagai pembagi secara matematis sama dengan blended ROAS. Apabila MER memasukkan biaya agensi, produksi, teknologi, event, dan biaya pemasaran lainnya, cakupannya lebih luas daripada blended ROAS.

Berapa nilai MER yang bagus?

Tidak ada nilai MER yang ideal untuk semua bisnis. Target MER harus mempertimbangkan margin kontribusi, biaya tetap, target laba, tahap pertumbuhan, dan karakter industri.

Bagaimana cara menentukan break-even MER?

Break-even MER sederhana dihitung dengan rumus:

Break-Even MER = 1 ÷ Margin Kontribusi Sebelum Pemasaran

Apabila margin kontribusi 40%, break-even MER adalah 2,5x.

Apakah MER tinggi selalu lebih baik?

Tidak selalu. MER dapat meningkat karena perusahaan memangkas pemasaran, tetapi pendapatannya juga menurun. MER harus dianalisis bersama pertumbuhan pendapatan dan jumlah pelanggan baru.

Mengapa MER menurun meskipun penjualan meningkat?

MER menurun apabila biaya pemasaran tumbuh lebih cepat daripada pendapatan. Kondisi ini dapat terjadi ketika perusahaan meningkatkan investasi untuk ekspansi atau menghadapi kenaikan biaya akuisisi.

Apakah gaji tim marketing dimasukkan dalam MER?

Gaji dapat dimasukkan dalam fully loaded MER. Namun, perusahaan juga dapat mengecualikannya untuk Media MER. Definisi yang dipilih harus didokumentasikan dan digunakan secara konsisten.

Apakah biaya influencer termasuk biaya pemasaran?

Ya. Pembayaran influencer, biaya produksi konten, komisi, dan produk gratis yang diberikan sebagai bagian kampanye dapat dimasukkan dalam total biaya pemasaran.

Apakah MER dapat digunakan untuk bisnis jasa?

Ya. Bisnis jasa dapat menghitung MER menggunakan pendapatan jasa dan seluruh biaya pemasaran pada periode yang sama. Untuk bisnis dengan siklus penjualan panjang, analisis perlu mempertimbangkan jeda waktu antara pemasaran, leads, dan pendapatan.

Apakah MER mengukur profitabilitas?

Tidak secara langsung. MER mengukur hubungan pendapatan dan biaya pemasaran. Untuk mengukur profitabilitas, perusahaan perlu memperhitungkan harga pokok, biaya operasional, refund, pajak, dan biaya lainnya.

Seberapa sering MER harus dihitung?

MER dapat dipantau mingguan atau bulanan. Evaluasi strategis sebaiknya menggunakan data bulanan, kuartalan, dan rolling period agar tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi harian.

Bagaimana cara meningkatkan MER?

MER dapat ditingkatkan dengan memperbaiki conversion rate, meningkatkan average order value, mempertahankan pelanggan, mengoptimalkan bauran kanal, mengurangi biaya produksi pemasaran, dan meningkatkan kualitas pengukuran.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *