Cara Daftar Pengecekan SHM Online

Di era digital saat ini, hampir semua urusan administratif dapat dilakukan secara online, termasuk pengecekan sertifikat tanah atau SHM (Sertifikat Hak Milik). Jika dulu masyarakat harus datang langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengecek keaslian dan status sertifikat tanah, kini pemerintah telah menyediakan layanan daring yang lebih praktis. Melalui sistem elektronik, pengecekan SHM bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu antre lama. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat, investor, maupun pelaku bisnis properti yang ingin memastikan legalitas tanah sebelum membeli atau menjual. Artikel panjang ini akan membahas secara detail tentang cara daftar pengecekan SHM online, manfaatnya, biaya, langkah-langkah, hingga tips penting agar Anda tidak salah dalam memverifikasi status sertifikat.

Mengapa Pengecekan SHM Penting?

SHM adalah dokumen kepemilikan tanah paling kuat yang diakui hukum Indonesia. Namun, maraknya kasus pemalsuan sertifikat, tumpang tindih lahan, dan sengketa tanah membuat verifikasi keaslian SHM menjadi hal krusial. Dengan pengecekan SHM online, masyarakat dapat mengetahui status sertifikat secara cepat, termasuk apakah sertifikat masih berlaku, terdaftar di BPN, atau bermasalah. Hal ini juga melindungi pembeli properti dari risiko penipuan dan kerugian besar.

Peran BPN dalam Pengecekan SHM

BPN sebagai lembaga resmi yang mengurus pertanahan di Indonesia telah meluncurkan berbagai layanan digital, salah satunya adalah Sentuh Tanahku. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan sertifikat tanah secara online hanya dengan memasukkan nomor sertifikat, NIK, dan data lainnya. Dengan sistem ini, BPN berupaya meningkatkan transparansi, mengurangi praktik mafia tanah, dan memberikan pelayanan yang lebih efisien.

Syarat untuk Pengecekan SHM Online

Sebelum melakukan pengecekan, pastikan Anda menyiapkan beberapa syarat berikut:

  1. Nomor sertifikat SHM.

  2. Nomor Induk Kependudukan (NIK).

  3. Data dasar pemilik tanah (nama lengkap, alamat).

  4. Perangkat smartphone atau komputer dengan koneksi internet stabil.

  5. Aplikasi resmi Sentuh Tanahku yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.

Baca Juga :  Kiat Mempersiapkan Diri Sebelum Mengajukan KPR

Cara Daftar dan Pengecekan SHM Online

Langkah-langkah pengecekan SHM secara online melalui aplikasi Sentuh Tanahku adalah sebagai berikut:

  1. Unduh Aplikasi
    Cari aplikasi Sentuh Tanahku di Google Play Store atau App Store, kemudian instal pada perangkat Anda.

  2. Registrasi Akun

    • Buka aplikasi dan pilih menu registrasi.

    • Masukkan data diri lengkap seperti NIK, nama, alamat email, nomor telepon, dan buat kata sandi.

    • Verifikasi data melalui email atau SMS.

  3. Login ke Aplikasi
    Setelah registrasi berhasil, masuk menggunakan akun yang telah dibuat.

  4. Pilih Menu Informasi Sertifikat
    Di halaman utama aplikasi, pilih menu untuk pengecekan sertifikat.

  5. Masukkan Nomor Sertifikat
    Input nomor SHM, NIB (Nomor Identifikasi Bidang Tanah), atau data lain yang diminta.

  6. Lihat Informasi Sertifikat
    Aplikasi akan menampilkan informasi penting, seperti status sertifikat, lokasi tanah, luas, serta nama pemilik sesuai data BPN.

  7. Simpan atau Cetak Hasil Pengecekan
    Anda bisa menyimpan hasil pengecekan sebagai bukti atau mencetaknya untuk keperluan administrasi.

Biaya Pengecekan SHM Online

Pengecekan SHM melalui aplikasi Sentuh Tanahku saat ini gratis. Namun, jika Anda ingin melakukan pengecekan lebih detail melalui layanan BPN secara resmi (misalnya pengecekan riwayat tanah atau keperluan hukum tertentu), ada biaya administrasi yang dikenakan sesuai ketentuan PP No. 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif PNBP.

Keuntungan Pengecekan SHM Online

  1. Praktis – Bisa dilakukan dari rumah hanya dengan smartphone.

  2. Cepat – Hasil bisa diperoleh dalam hitungan menit.

  3. Aman – Data diambil langsung dari sistem BPN sehingga valid.

  4. Efisien – Menghemat waktu dan biaya transportasi ke kantor BPN.

  5. Transparan – Mengurangi peluang penipuan dan manipulasi data.

Risiko Jika Tidak Mengecek SHM

Mengabaikan pengecekan SHM bisa berakibat fatal, seperti:

  • Membeli tanah dengan sertifikat palsu.

  • Tanah ternyata dalam status sengketa.

  • Sertifikat sudah diagunkan di bank.

  • Luas tanah tidak sesuai dengan data di lapangan.

Baca Juga :  Cara Menilai Potensi Lokasi untuk Investasi Properti

Tips Agar Pengecekan SHM Online Efektif

  1. Selalu gunakan aplikasi resmi BPN, jangan aplikasi pihak ketiga.

  2. Pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan sertifikat asli.

  3. Jika menemukan ketidaksesuaian, segera konfirmasi ke kantor BPN.

  4. Jangan mudah percaya dengan pihak yang menawarkan pengecekan berbayar tanpa izin resmi.

  5. Simpan hasil pengecekan sebagai bukti untuk transaksi selanjutnya.

FAQ tentang Pengecekan SHM Online

1. Apakah aplikasi Sentuh Tanahku bisa digunakan di seluruh Indonesia?
Ya, aplikasi ini berlaku nasional dan mencakup seluruh data tanah yang terdaftar di BPN.

2. Apakah pengecekan SHM online 100% akurat?
Data diambil langsung dari BPN, namun jika ada perbedaan, kemungkinan data belum ter-update.

3. Apakah WNA bisa melakukan pengecekan SHM?
Bisa, selama mereka memiliki nomor sertifikat yang sah.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengecekan SHM online?
Umumnya hanya beberapa menit, tergantung kecepatan internet dan server aplikasi.

5. Apakah aplikasi ini gratis?
Ya, pengecekan dasar gratis. Namun layanan tambahan di BPN bisa dikenakan biaya.

6. Bagaimana jika sertifikat tidak terdaftar di aplikasi?
Kemungkinan sertifikat belum masuk database digital BPN, sehingga perlu dicek manual di kantor pertanahan.

Kesimpulan

Melakukan pengecekan SHM online adalah langkah penting untuk memastikan keaslian sertifikat tanah dan menghindari risiko penipuan atau sengketa. Dengan aplikasi resmi Sentuh Tanahku, masyarakat bisa mengecek status tanah secara cepat, praktis, dan aman. Meski demikian, untuk kebutuhan hukum yang lebih kompleks, tetap disarankan melakukan pengecekan manual di kantor BPN. Dengan pemahaman dan langkah yang tepat, Anda bisa lebih percaya diri dalam bertransaksi properti.

Jika setelah pengecekan Anda ingin menjual properti atau mempromosikan tanah bersertifikat SHM agar cepat laku, gunakan strategi digital marketing properti. Dengan promosi digital yang efektif, properti Anda akan menjangkau lebih banyak calon pembeli, meningkatkan daya tarik, dan terjual lebih cepat dengan harga optimal.

Baca Juga :  Biaya KPR: Panduan Lengkap untuk Menghitung dan Memahami Semua Biaya Terkait Kredit Pemilikan Rumah

Related posts: