Branded Search versus Non-Branded Search dalam Strategi Marketing Proyek

Branded Search versus Non-Branded Search dalam Strategi Marketing Proyek

Dalam dunia digital marketing modern, mesin pencari menjadi salah satu sumber utama calon pelanggan menemukan informasi mengenai sebuah produk atau layanan. Hal ini juga berlaku dalam pemasaran proyek, terutama proyek properti, teknologi, B2B, dan berbagai bisnis dengan proses pembelian yang membutuhkan pertimbangan panjang.

Salah satu analisis penting dalam strategi marketing digital adalah memahami perbedaan antara branded search dan non-branded search. Kedua jenis pencarian ini memberikan informasi berbeda mengenai perilaku calon pelanggan dan tingkat kekuatan sebuah brand di pasar.

Branded search menunjukkan seberapa besar pelanggan sudah mengenal sebuah merek dan secara aktif mencari nama brand tersebut. Sementara non-branded search menggambarkan pencarian berdasarkan kebutuhan, kategori produk, masalah, atau solusi tanpa menyebut nama perusahaan.

Bagi perusahaan yang sedang memasarkan sebuah proyek, memahami keseimbangan antara branded search dan non-branded search dapat membantu menentukan strategi SEO, konten, iklan digital, serta pengembangan brand awareness.

Apa Itu Branded Search?

Branded search adalah pencarian yang menggunakan nama brand, perusahaan, proyek, atau produk tertentu dalam mesin pencari.

Contoh pencarian branded:

  • Nama developer + proyek
  • Nama apartemen tertentu
  • Nama perusahaan + review
  • Nama brand + harga
  • Nama proyek + lokasi

Misalnya seseorang mengetik:

“Developer ABC Alam Sutera”

atau

“Apartemen XYZ Tangerang harga”

Pencarian tersebut menunjukkan bahwa pengguna sudah mengenal brand atau proyek tersebut.

Branded search biasanya muncul ketika calon pelanggan sudah berada pada tahap pertimbangan yang lebih lanjut. Mereka tidak lagi mencari kategori umum, tetapi ingin mendapatkan informasi spesifik mengenai sebuah brand.

Apa Itu Non-Branded Search?

Non-branded search adalah pencarian yang tidak menyebut nama brand tertentu.

Contoh:

  • Rumah dijual Tangerang
  • Apartemen dekat Jakarta
  • Jasa digital marketing B2B
  • Gudang disewakan Tangerang
  • Investasi properti terbaik

Pada tahap ini, calon pelanggan biasanya masih melakukan eksplorasi.

Mereka belum tentu mengenal perusahaan tertentu sehingga strategi SEO dan content marketing memiliki peran penting untuk memperkenalkan brand.

Non-branded search menjadi peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan pelanggan baru yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan mereka.

Perbedaan Branded Search dan Non-Branded Search

Perbedaan utama kedua jenis pencarian tersebut terletak pada tingkat kesadaran pelanggan.

Faktor Branded Search Non-Branded Search
Kesadaran brand Sudah mengenal brand Belum mengenal brand
Tahap customer journey Consideration sampai conversion Awareness sampai consideration
Tujuan pencarian Mencari informasi spesifik Mencari solusi
Potensi conversion Cenderung lebih tinggi Membutuhkan nurturing
Strategi utama Brand protection SEO dan edukasi
Baca Juga :  Price Ladder Properti: Cara Menentukan Jarak Harga Antar-Tipe Unit agar Tidak Saling Mematikan

Keduanya memiliki fungsi berbeda dan harus digunakan secara bersamaan dalam strategi marketing proyek.

Mengapa Branded Search Penting untuk Marketing Proyek?

Branded search menjadi indikator awal kekuatan sebuah brand.

Ketika banyak orang mencari nama proyek atau perusahaan, hal tersebut menunjukkan bahwa brand tersebut sudah mendapatkan perhatian pasar.

Beberapa manfaat branded search:

Mengukur Brand Awareness

Jumlah pencarian brand dapat menunjukkan seberapa dikenal sebuah proyek dibandingkan kompetitor.

Contohnya:

Jika sebuah proyek properti sering dicari dengan kata kunci nama proyeknya, berarti masyarakat sudah memiliki awareness terhadap proyek tersebut.

Menunjukkan Minat Pembelian

Orang yang mencari nama brand biasanya sudah melewati tahap pengenalan.

Mereka mungkin sedang mencari:

  • Harga
  • Lokasi
  • Review
  • Promo
  • Informasi legalitas

Hal ini menunjukkan tingkat ketertarikan yang lebih tinggi.

Mendukung Conversion Rate

Branded search biasanya memiliki peluang konversi lebih tinggi karena pelanggan sudah memiliki preferensi awal terhadap brand.

Mengapa Non-Branded Search Tidak Boleh Diabaikan?

Walaupun branded search menunjukkan kekuatan brand, perusahaan tetap membutuhkan non-branded search untuk mendapatkan pelanggan baru.

Tanpa strategi non-branded, perusahaan hanya menjangkau orang yang sudah mengenal mereka.

Padahal, banyak calon pelanggan memulai perjalanan dengan mencari kebutuhan terlebih dahulu.

Contoh:

Seseorang yang ingin membeli rumah mungkin tidak langsung mencari nama developer.

Mereka mungkin mengetik:

“rumah dekat tol Tangerang”

“cluster baru harga terjangkau”

“rumah minimalis modern”

Jika perusahaan muncul pada pencarian tersebut, peluang mendapatkan pelanggan baru menjadi lebih besar.

Data yang Perlu Dianalisis dalam Branded dan Non-Branded Search

Untuk memahami performa pencarian, perusahaan perlu memantau beberapa data.

Data Fungsi
Volume pencarian keyword Mengukur minat pasar
Ranking Google Mengukur visibilitas
Organic traffic Mengukur pengunjung dari mesin pencari
Conversion rate Mengukur hasil bisnis
Click Through Rate Mengukur daya tarik hasil pencarian

Data tersebut membantu perusahaan mengetahui apakah strategi marketing sudah berjalan efektif.

Contoh Analisis Search Marketing Proyek Properti

Sebuah developer melakukan analisis pencarian selama enam bulan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap untuk Analisis Pasar Properti: Strategi dan Tips

Hasil data:

Jenis Keyword Traffic Conversion
Nama proyek 10.000 8%
Rumah Tangerang 20.000 3%
Apartemen dekat Jakarta 15.000 2,5%
Developer terpercaya 5.000 5%

Dari data tersebut terlihat bahwa branded search menghasilkan conversion lebih tinggi.

Namun non-branded search memberikan jumlah traffic lebih besar dan membantu menjangkau pasar baru.

Strategi terbaik adalah mengembangkan keduanya secara bersamaan.

Strategi Meningkatkan Branded Search

Untuk meningkatkan branded search, perusahaan perlu membangun kekuatan brand.

Beberapa strategi:

Memperkuat Brand Identity

Nama proyek atau perusahaan harus mudah diingat dan memiliki positioning yang jelas.

Menggunakan Digital Campaign

Kampanye digital membantu meningkatkan jumlah orang yang mengenal brand.

Media yang dapat digunakan:

  • Google Ads
  • Social media
  • Video marketing
  • Influencer marketing
  • Event

Membangun Reputasi Online

Calon pelanggan sering mencari review sebelum membeli.

Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan:

  • Testimoni pelanggan
  • Publikasi media
  • Konten edukasi
  • Reputasi digital

Strategi Meningkatkan Non-Branded Search

Non-branded search membutuhkan strategi SEO yang kuat.

Beberapa langkah:

Membuat Konten Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan

Konten harus menjawab pertanyaan calon pelanggan.

Contoh:

  • Panduan membeli rumah pertama
  • Cara memilih lokasi investasi
  • Perbandingan tipe properti
  • Analisis kawasan

Optimasi Keyword Long Tail

Keyword panjang biasanya memiliki tingkat relevansi lebih tinggi.

Contoh:

Keyword umum:

“rumah Tangerang”

Keyword spesifik:

“rumah dekat stasiun Tangerang dengan cicilan ringan”

Keyword spesifik membantu menjangkau pelanggan dengan kebutuhan lebih jelas.

Membuat Landing Page Proyek

Setiap proyek sebaiknya memiliki halaman khusus yang berisi:

  • Informasi lengkap
  • Harga
  • Lokasi
  • Fasilitas
  • Form konsultasi

Menggabungkan Branded dan Non-Branded Search dalam Funnel Marketing

Strategi marketing proyek yang efektif tidak memilih salah satu, tetapi menggabungkan keduanya.

Alur sederhana:

Tahap Awareness:

Pelanggan mencari informasi umum melalui non-branded search.

Contoh:

“apartemen terbaik di Tangerang”

Tahap Consideration:

Pelanggan mulai mengenal beberapa brand.

Contoh:

“Developer ABC Tangerang review”

Tahap Conversion:

Pelanggan mencari informasi spesifik.

Contoh:

“Developer ABC harga unit terbaru”

Dengan memahami perjalanan tersebut, perusahaan dapat membuat strategi konten dan iklan yang sesuai.

Tantangan dalam Mengelola Search Marketing

Beberapa tantangan yang sering terjadi:

Pertama, terlalu fokus pada branded search sehingga kehilangan peluang pelanggan baru.

Kedua, hanya mengejar traffic non-branded tanpa membangun brand sehingga conversion rendah.

Ketiga, tidak menghubungkan data pencarian dengan hasil bisnis.

Baca Juga :  Bagaimana BI Checking Mempengaruhi Kemampuan Anda Mendapatkan KPR

Karena itu, analisis search harus selalu dikaitkan dengan leads, transaksi, dan customer journey.

FAQ Branded Search versus Non-Branded Search

Apa perbedaan branded search dan non-branded search?

Branded search menggunakan nama brand dalam pencarian, sedangkan non-branded search menggunakan kata kunci umum terkait kebutuhan pelanggan.

Mana yang lebih penting untuk marketing proyek?

Keduanya penting. Branded search memperkuat brand, sedangkan non-branded search membantu mendapatkan pelanggan baru.

Apakah branded search menunjukkan brand yang kuat?

Branded search dapat menjadi salah satu indikator brand awareness, tetapi perlu dikombinasikan dengan data bisnis lainnya.

Bagaimana meningkatkan branded search?

Dengan membangun brand awareness melalui kampanye digital, konten berkualitas, SEO, dan reputasi online.

Mengapa SEO penting untuk non-branded search?

SEO membantu perusahaan muncul ketika calon pelanggan mencari solusi atau informasi yang berkaitan dengan produk.

Kesimpulan

Branded search versus non-branded search merupakan dua elemen penting dalam strategi marketing proyek modern. Branded search menunjukkan seberapa kuat sebuah brand sudah dikenal pasar, sedangkan non-branded search menjadi peluang untuk menjangkau calon pelanggan baru.

Perusahaan yang hanya mengandalkan satu pendekatan dapat kehilangan peluang pertumbuhan. Strategi terbaik adalah membangun brand agar semakin sering dicari sekaligus mengoptimalkan SEO agar muncul ketika pelanggan mencari solusi.

Dengan memanfaatkan data pencarian, analisis keyword, SEO, dan strategi digital marketing yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas, mendapatkan leads berkualitas, dan memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *