Data Search Mengungkap Perubahan Minat Pembeli Properti dari Tahun ke Tahun

Perilaku pencari properti Indonesia berubah cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Data pencarian di portal properti menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya bergeser dalam memilih lokasi, tetapi juga dalam menentukan harga, ukuran rumah, metode pembiayaan, bahkan keputusan antara membeli dan menyewa.

Namun, data pencarian tidak sama dengan data penjualan. Satu pengguna dapat melakukan banyak pencarian, membandingkan puluhan listing, lalu belum tentu membeli.

2024: Minat Membeli Rumah Melonjak

Rumah123 melaporkan bahwa minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah sepanjang 2024 tumbuh 78,6% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada minat menyewa rumah yang meningkat 59,2% pada periode yang sama. Pada awal Januari hingga awal Maret 2025, Rumah123 juga mencatat sekitar 27 juta kunjungan dan rata-rata lebih dari 500 ribu enquiries properti setiap kuartal.

Pinhome memberikan gambaran serupa. Dalam Indonesia Residential Market Report 2024, pencarian pembelian rumah tumbuh di seluruh segmen harga, dengan rumah sederhana mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 149%. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterjangkauan menjadi tema penting ketika konsumen menyaring pilihan.

2025: Konsumen Menjadi Lebih Selektif

Memasuki 2025, pola pencarian mulai berubah. Rumah123 menggambarkan pasar sepanjang tahun sebagai fase konsolidasi, dengan konsumen tetap aktif tetapi semakin rasional dan selektif. Pada Desember 2025, Tangerang menyumbang 13,9% total pencarian rumah, disusul Jakarta Selatan 11,4% dan Jakarta Barat 9,7%.

Konsentrasi tersebut menunjukkan bahwa akses menuju pusat aktivitas ekonomi masih kuat sebagai magnet. Namun, pertumbuhan minat mulai bergerak ke wilayah penyangga dan kota di luar Jawa. Tangerang Selatan dan Depok mencatat kenaikan proporsi pencarian bulanan yang menonjol di Jabodetabek, sedangkan Batam termasuk kota dengan peningkatan minat yang kuat di luar Jawa.

Pergeseran dari Beli ke Sewa Muncul pada Semester II 2025

Salah satu perubahan terbesar terlihat pada keputusan membeli atau menyewa. Pinhome mencatat proporsi pencarian properti sewa meningkat dari 23% pada semester I 2025 menjadi 27% pada semester II 2025.

Pinhome mengaitkannya dengan sikap konsumen yang lebih berhati-hati terhadap komitmen pembelian dan kecenderungan memilih fleksibilitas finansial jangka pendek. Kota dengan biaya hidup serta aktivitas ekonomi tinggi memperlihatkan kecenderungan sewa lebih besar, dengan Jakarta Raya memimpin di Jabodetabek dan Surabaya menunjukkan pola serupa di Jawa Timur.

Baca Juga :  Apa Saja Hal yang Menyebabkan Rumah Sulit Dijual? Mengidentifikasi dan Mengatasi Kendala Penjualan Properti

Pada Desember 2025, pencarian beli rumah di Pinhome justru tumbuh 5% secara bulanan, menunjukkan adanya sinyal pemulihan minat menjelang 2026.

Budget Pembeli Juga Bergeser

Search data perlu dibaca bersama data pembiayaan. Pinhome mencatat median nilai pengajuan KPR pada semester I 2025 sempat meningkat 3% dibandingkan semester II 2024. Namun pada semester II 2025, median plafon pengajuan turun hampir 17% dibandingkan semester sebelumnya, atau sekitar 14% secara tahunan.

Penurunan ticket size ini menunjukkan calon pembeli semakin konservatif dalam menentukan kemampuan kredit. Pada saat yang sama, ketersediaan program KPR dengan tenor minimal 20 tahun tumbuh 100% secara tahunan pada semester II 2025, sementara program bunga tetap dengan tenor minimal 20 tahun tumbuh 200%.

Pencari properti mungkin masih aktif, tetapi produk yang dianggap realistis bergeser menuju harga, cicilan, dan tenor yang lebih sesuai dengan kemampuan cash flow rumah tangga.

Kawasan Industri Mengalahkan Sebagian Kawasan Komuter

Pergeseran minat juga terlihat pada mikro-lokasi. Pada semester II 2025, seluruh kecamatan kawasan Cikarang yang dipantau Pinhome mencatat pertumbuhan pencarian beli rumah sebesar 16% dibandingkan semester sebelumnya. Di Karawang, Cikampek tumbuh 7% dan Klari 4%.

Sebaliknya, beberapa kawasan komuter Kabupaten Bekasi mengalami penurunan. Tambun terkoreksi 22%, Cibitung 9%, dan Setu 7%.

Tren serupa terlihat di Bandung timur. Pencarian di Cileunyi pada semester II 2025 tumbuh 12% dibandingkan semester I dan 18% secara tahunan. Rancaekek naik 11% secara semesteran serta 31% dibandingkan semester II 2024. Pinhome mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan perkembangan infrastruktur dan pergeseran permintaan dari kawasan lain.

Search dan Harga Tidak Selalu Bergerak Bersamaan

Menariknya, minat pencarian yang tinggi tidak otomatis mendorong harga naik cepat. Rumah123 mencatat harga rumah seken nasional sepanjang kuartal II 2025 hanya tumbuh sekitar 0,8% hingga 1,2% secara tahunan. Pada periode yang sama tahun 2024, pertumbuhannya berada pada kisaran 0,5% hingga 2,3%.

Pada kuartal II 2025, Tangerang, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat tetap menjadi tiga lokasi dengan proporsi pencarian terbesar, masing-masing 10,8%, 10,4%, dan 9,5%.

Baca Juga :  Tips Memilih Properti dengan Harga Terjangkau di Wilayah Strategis

2026: Pasar Mulai Lebih Tersegmentasi

Data terbaru Rumah123 menunjukkan harga rumah sekunder nasional pada Juni 2026 stagnan secara bulanan dan tumbuh 1,1% secara tahunan. Volume listing rumah sekunder turun 17% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara minat mencari rumah tetap tinggi.

Pasar juga semakin tersegmentasi berdasarkan ukuran. Pada Desember 2025, pertumbuhan median harga tertinggi untuk rumah berukuran maksimal 60 meter persegi tercatat di Makassar, sedangkan kategori 61–90 meter persegi dipimpin Surakarta. Rumah 91–150 meter persegi dan 151–250 meter persegi mencatat pertumbuhan tertinggi di Yogyakarta.

Mengapa Data Search Penting Dibaca dari Tahun ke Tahun?

Data pencarian membantu melihat perubahan preferensi lebih cepat dibandingkan indikator transaksi yang muncul setelah konsumen melewati proses survei, negosiasi, dan pembiayaan. Jika pencarian rumah murah meningkat, developer dapat menguji apakah perubahan itu juga muncul pada enquiries dan booking. Jika pencarian sewa naik, pengelola aset dapat memeriksa apakah okupansi ikut membaik.

Meski demikian, perbandingan tahunan harus menggunakan definisi metrik yang konsisten. Perubahan algoritma platform, jumlah pengguna, kampanye pemasaran, dan cakupan listing dapat memengaruhi volume pencarian. Karena itu, persentase pertumbuhan sebaiknya dibaca bersama proporsi pencarian, tren harga, inventori, dan data CRM agar interpretasinya tidak keliru.

Apa Arti Perubahan Search Data bagi Developer?

Pertama, developer tidak sebaiknya hanya membaca total leads. Perubahan kata kunci, filter harga, lokasi, luas, dan metode pembayaran dapat memberi sinyal lebih awal tentang perubahan kemampuan konsumen.

Kedua, data harus dibandingkan secara periodik. Pertumbuhan pencarian tahunan membantu melihat perubahan struktural, sedangkan data bulanan berguna menangkap momentum jangka pendek.

Ketiga, search data perlu dihubungkan dengan CRM. Sebuah lokasi dapat menghasilkan pencarian tinggi tetapi conversion rendah karena harga terlalu mahal. Sebaliknya, lokasi dengan traffic lebih kecil dapat menghasilkan closing lebih tinggi karena pengguna yang masuk memiliki intent lebih kuat.

Kesimpulan

Data dari 2024 hingga 2026 menunjukkan perubahan minat pembeli properti semakin dipengaruhi keterjangkauan dan fungsi lokasi. Tahun 2024 ditandai lonjakan minat membeli rumah, termasuk pertumbuhan kuat di segmen rumah sederhana. Memasuki 2025, konsumen menjadi lebih selektif, pencarian sewa meningkat, median pengajuan KPR menurun, dan minat bergeser ke sejumlah kawasan industri serta wilayah dengan harga lebih kompetitif.

Baca Juga :  Surat Jual Beli Tanah yang Belum SHM: Solusi Aman

Bagi industri properti, data pencarian berfungsi seperti early warning system. Ia dapat menunjukkan apa yang mulai dicari konsumen sebelum perubahan tersebut terlihat penuh pada penjualan dan harga. Namun, search bukan transaksi. Kesimpulan terbaik muncul ketika data pencarian dipadukan dengan enquiries, site visit, booking, KPR, harga, dan closing.

FAQ

Apakah jumlah pencarian properti sama dengan jumlah pembeli?

Tidak. Pencarian menunjukkan minat atau intent. Satu konsumen dapat melakukan banyak pencarian tanpa membeli, sehingga search volume tidak boleh dianggap sebagai jumlah transaksi.

Apa perubahan terbesar pada pencarian properti selama 2025?

Salah satunya adalah kenaikan proporsi pencarian sewa dari 23% pada semester I menjadi 27% pada semester II 2025.

Lokasi mana yang paling banyak dicari pada akhir 2025?

Rumah123 mencatat Tangerang memiliki proporsi pencarian rumah tertinggi pada Desember 2025 sebesar 13,9%, disusul Jakarta Selatan 11,4% dan Jakarta Barat 9,7%.

Apakah pembeli semakin sensitif terhadap harga?

Ada indikasi demikian. Median pengajuan KPR Pinhome pada semester II 2025 turun hampir 17% dibandingkan semester sebelumnya dan sekitar 14% secara tahunan.

Bagaimana developer menggunakan search data?

Developer dapat memantau perubahan lokasi, harga, tipe, dan pembiayaan yang dicari, lalu menghubungkannya dengan CRM. Dengan cara ini, data search membantu menentukan produk, kampanye, harga, dan segmentasi yang lebih sesuai dengan permintaan nyata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *