Rumah Tipe Berapa yang Paling Banyak Dicari Konsumen?

Ketika mencari rumah, konsumen biasanya tidak hanya mempertimbangkan lokasi dan harga. Luas bangunan atau “tipe rumah” juga penting karena berkaitan dengan jumlah kamar, kenyamanan, kebutuhan keluarga, dan kemampuan membayar cicilan. Di pasar properti Indonesia, tipe 36, tipe 45, tipe 54, hingga tipe 70 termasuk ukuran yang sering dijumpai. Namun, rumah tipe berapa yang sebenarnya paling banyak dicari konsumen?

Jawabannya tidak bisa disederhanakan menjadi satu angka untuk seluruh Indonesia. Data terbaru menunjukkan preferensi berbeda antarwilayah dan segmen pasar. Meski demikian, rumah kecil hingga menengah masih memiliki basis konsumen luas, terutama untuk pembeli rumah pertama. Sementara di sejumlah kota besar, pencarian rumah seken justru bergeser ke luas bangunan yang lebih besar.

Apa Arti Tipe 36, Tipe 45, dan Tipe 54?

Dalam pemasaran properti, angka pada tipe rumah umumnya merujuk pada luas bangunan dalam meter persegi. Rumah tipe 36 berarti luas bangunannya sekitar 36 meter persegi, tipe 45 sekitar 45 meter persegi, dan tipe 54 sekitar 54 meter persegi. Luas tanah dapat berbeda, sehingga tipe 36/72 biasanya berarti luas bangunan 36 meter persegi di atas tanah 72 meter persegi.

Bank Indonesia memakai klasifikasi untuk membaca pasar primer. Rumah tipe kecil atau sederhana memiliki luas bangunan sampai 36 meter persegi, tipe menengah lebih dari 36 sampai 70 meter persegi, sedangkan tipe besar memiliki luas di atas 70 meter persegi.

Data Terbaru: Rumah Tipe Kecil Kembali Menguat

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia untuk triwulan II 2026 memberi gambaran terbaru mengenai rumah baru di pasar primer. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial masih terkontraksi 2,36 persen secara tahunan. Namun, kontraksinya jauh lebih ringan dibandingkan 25,67 persen pada triwulan sebelumnya.

Perbaikan tersebut didorong peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar, sementara penjualan rumah tipe menengah masih terbatas. Temuan ini menunjukkan tipe kecil tetap mempunyai daya tarik kuat. Namun, Bank Indonesia tidak menyatakan bahwa tipe kecil merupakan tipe dengan volume penjualan absolut terbesar secara nasional.

Karena itu, menyebut “tipe 36 adalah rumah paling laris di Indonesia” tanpa penjelasan akan terlalu menyederhanakan data. Kesimpulan yang lebih tepat adalah rumah tipe kecil, termasuk luas sampai 36 meter persegi, kembali menjadi salah satu pendorong perbaikan penjualan rumah primer pada triwulan II 2026.

Baca Juga :  Model Bisnis Properti Tangerang yang Adaptif terhadap Tren

Mengapa Rumah Tipe 36 Banyak Diminati?

Rumah tipe 36 memiliki karakteristik yang cocok dengan pembeli rumah pertama. Ukurannya kompak sehingga harga tanah dan biaya pembangunan dapat ditekan. Desain umumnya menyediakan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, area dapur, dan halaman atau carport sesuai luas tanah.

Faktor pembiayaan juga penting. Bank Indonesia mencatat pada triwulan II 2026, 70,05 persen pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui KPR. Artinya, keterjangkauan cicilan menjadi pertimbangan besar. Rumah berukuran kecil biasanya menawarkan harga masuk lebih rendah dibandingkan rumah lebih besar di lokasi yang sama.

Tipe 45 dan 54 Menjadi Titik Tengah Menarik

Meski tipe 36 populer di segmen terjangkau, tipe 45 dan 54 memiliki keunggulan bagi konsumen yang menginginkan ruang lebih lega tanpa langsung beralih ke rumah besar. Keduanya masuk kelompok rumah menengah menurut klasifikasi Bank Indonesia.

Tipe 45 menawarkan ruang lega, sedangkan tipe 54 dapat memiliki dua hingga tiga kamar sesuai desain.

Pasar juga dapat berubah cepat. Pada triwulan I 2026, Bank Indonesia mencatat penjualan rumah tipe menengah meningkat ketika tipe kecil dan besar belum kuat. Pada triwulan II 2026 polanya berubah: tipe kecil dan besar membaik, sedangkan penjualan tipe menengah masih terbatas. Ini menunjukkan preferensi dipengaruhi harga, pasokan, lokasi proyek, promosi, dan pembiayaan.

Rumah Seken Menunjukkan Pola Berbeda

Pasar rumah seken memberi perspektif lain. Indonesia Residential Market Report 2025 H1 dari Pinhome menunjukkan pencarian rumah seken di Jabodetabek tidak selalu terkonsentrasi pada rumah kecil.

Di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, pencarian tertinggi berada pada kelompok luas bangunan 55–120 meter persegi. Jakarta Barat dipimpin rumah minimal 201 meter persegi. Di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, permintaan banyak terkonsentrasi pada kelompok 55–120 dan 121–200 meter persegi.

Di Depok, pencarian tertinggi juga berada pada tipe 55–120 dan 121–200 meter persegi. Kota Tangerang menunjukkan momentum pada tipe 121–200 meter persegi, sedangkan Kota dan Kabupaten Bekasi mencatat minat tertinggi pada kelompok minimal 201 meter persegi. Artinya, tipe terfavorit sangat bergantung pada pasar dan lokasi.

Baca Juga :  Cara Menghitung Pajak Jual Beli Rumah

Tren Rumah Lebih Kecil Terlihat di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Data Pinhome pada kuartal III 2024 memperlihatkan pergeseran preferensi ukuran rumah di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah menuju rumah berukuran lebih kecil atau sama dengan tipe 54. Pada periode yang sama, pencarian beli rumah di DI Yogyakarta tumbuh 37 persen secara kuartalan, sedangkan Jawa Tengah meningkat 26 persen.

Pencarian rumah baru meningkat 202 persen di DI Yogyakarta dan 134 persen di Jawa Tengah secara kuartalan. Data ini memperkuat bahwa rumah kompak masih relevan, terutama di pasar dengan banyak pembeli sensitif terhadap harga atau membutuhkan hunian pertama.

Jadi, Rumah Tipe Berapa yang Paling Banyak Dicari?

Jika fokusnya pasar rumah baru dan pembeli yang mengutamakan keterjangkauan, rumah tipe kecil—terutama tipe 36—layak disebut sebagai salah satu tipe paling relevan dan memiliki pasar luas. Data Bank Indonesia terbaru menunjukkan penjualan tipe kecil ikut mendorong perbaikan pasar primer pada triwulan II 2026.

Namun, tidak ada data resmi nasional terbaru yang menyatakan satu ukuran seperti tipe 36, 45, atau 54 sebagai juara mutlak berdasarkan jumlah pencarian konsumen di seluruh Indonesia. Pada rumah seken, data Pinhome justru menunjukkan pencarian tinggi terhadap luas 55–120 meter persegi atau lebih besar di berbagai wilayah Jabodetabek.

Dengan demikian, tipe 36 kuat pada segmen rumah kompak dan terjangkau, tipe 45–54 menarik bagi keluarga yang mencari keseimbangan harga dan ruang, sedangkan rumah di atas 70 meter persegi lebih relevan bagi konsumen dengan kebutuhan ruang dan daya beli lebih tinggi.

Faktor yang Membuat Sebuah Tipe Rumah Dicari

Ukuran bukan satu-satunya penentu. Konsumen juga mempertimbangkan harga, lokasi, akses transportasi, risiko banjir, fasilitas, lingkungan, serta kemudahan KPR. Pinhome mencatat kata kunci “bebas banjir”, “lokasi strategis”, “DP 0%”, dan “di bawah 1 miliar” termasuk pencarian populer pada semester I 2025.

Karena itu, tipe 36 di lokasi kurang strategis belum tentu lebih diminati daripada tipe 45 atau 54 dengan akses lebih baik. Pengembang dan penjual perlu melihat tipe rumah sebagai bagian dari paket nilai yang mencakup lokasi, harga, desain, fasilitas, dan pembiayaan.

Baca Juga :  Perbedaan antara SHM dan SHGB: Pilih yang Mana

FAQ

Apakah rumah tipe 36 paling banyak dicari?

Tipe 36 merupakan salah satu tipe paling relevan untuk pasar rumah baru terjangkau. Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah tipe kecil sampai 36 meter persegi ikut membaik pada triwulan II 2026. Namun, tidak ada data resmi yang menyatakan tipe 36 menjadi nomor satu secara absolut di seluruh Indonesia.

Apa perbedaan tipe 36 dan tipe 45?

Perbedaan utamanya adalah luas bangunan. Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi, sedangkan tipe 45 sekitar 45 meter persegi. Tipe 45 biasanya memberikan ruang lebih lega, tetapi harga dapat lebih tinggi tergantung lokasi dan luas tanah.

Tipe rumah apa yang cocok untuk keluarga kecil?

Tipe 36 atau tipe 45 biasanya cukup untuk pasangan muda atau keluarga kecil, terutama jika memiliki dua kamar tidur. Pilihan terbaik tetap bergantung pada jumlah anggota keluarga, rencana pengembangan rumah, anggaran, dan lokasi.

Apakah tipe 54 lebih baik untuk investasi?

Tidak selalu. Tipe 54 dapat menarik keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas, tetapi potensi investasi ditentukan lokasi, harga beli, permintaan sewa, kualitas bangunan, akses, dan likuiditas pasar. Ukuran rumah hanya salah satu variabel.

Apa tipe rumah yang banyak dicari di pasar seken?

Data Pinhome semester I 2025 menunjukkan pencarian rumah seken di berbagai wilayah Jabodetabek banyak berada pada kelompok luas 55–120 meter persegi, 121–200 meter persegi, bahkan lebih dari 200 meter persegi. Preferensinya berbeda menurut kota dan karakter konsumen.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *