Menjual properti memang bukan perkara mudah, apalagi jika kondisi pasar sedang lesu. Saat permintaan menurun, banyak pemilik rumah, apartemen, atau ruko kesulitan menemukan pembeli yang serius. Properti bisa saja bertahan lama di listing iklan tanpa ada penawaran yang berarti. Kondisi ini sering membuat frustrasi pemilik karena mereka harus tetap menanggung biaya perawatan, pajak, atau bahkan cicilan KPR. Namun, bukan berarti menjual properti di pasar lesu mustahil dilakukan. Dengan strategi yang tepat, properti tetap bisa laku terjual meskipun kondisi ekonomi sedang tidak mendukung. Berikut ini adalah 7 trik menjual properti di pasar yang lesu agar lebih cepat mendapatkan pembeli dan harga jual yang optimal.
Contents
- 1 1. Tentukan Harga yang Realistis dan Kompetitif
- 2 2. Tingkatkan Daya Tarik Properti dengan Home Staging
- 3 3. Manfaatkan Pemasaran Digital secara Maksimal
- 4 4. Fleksibel dalam Negosiasi dan Penawaran
- 5 5. Perbaiki dan Rawat Properti Sebelum Dijual
- 6 6. Gunakan Agen Properti Profesional
- 7 7. Fokus pada Unique Selling Point (USP) Properti
- 8 Kesimpulan
1. Tentukan Harga yang Realistis dan Kompetitif
Kesalahan paling umum ketika menjual properti adalah memasang harga terlalu tinggi. Di pasar yang lesu, pembeli lebih selektif dan sensitif terhadap harga. Lakukan riset pasar terlebih dahulu dengan membandingkan harga properti sejenis di lokasi yang sama. Jika ingin cepat terjual, pasang harga sedikit lebih rendah dari rata-rata kompetitor. Ingat, menjual dengan harga realistis jauh lebih baik daripada properti menganggur bertahun-tahun tanpa pembeli.
2. Tingkatkan Daya Tarik Properti dengan Home Staging
Tampilan visual sangat memengaruhi keputusan pembeli. Properti yang rapi, bersih, dan tertata dengan baik akan lebih menarik perhatian. Gunakan konsep home staging, yaitu menata interior rumah agar terlihat lebih estetik dan nyaman. Cat ulang dinding dengan warna netral, rapikan furnitur, dan pastikan pencahayaan cukup. Jika memungkinkan, tambahkan sedikit dekorasi untuk memberi kesan modern dan hangat. Properti yang siap huni cenderung lebih cepat menarik minat pembeli.
3. Manfaatkan Pemasaran Digital secara Maksimal
Di era digital, pembeli pertama kali mencari properti melalui internet. Pastikan properti Anda tampil di platform jual beli properti populer, media sosial, dan bahkan website pribadi jika ada. Gunakan foto profesional dengan kualitas tinggi, video tur virtual, hingga konten interaktif agar calon pembeli lebih tertarik. Manfaatkan juga iklan berbayar di Google Ads atau Facebook Ads untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
4. Fleksibel dalam Negosiasi dan Penawaran
Di pasar lesu, fleksibilitas adalah kunci. Jangan kaku dalam menetapkan harga atau syarat pembayaran. Berikan opsi cicilan bertahap, diskon khusus untuk pembayaran tunai, atau bahkan bonus furnitur agar pembeli merasa lebih tertarik. Semakin fleksibel Anda dalam bernegosiasi, semakin besar peluang properti cepat terjual.
5. Perbaiki dan Rawat Properti Sebelum Dijual
Calon pembeli akan lebih tertarik pada properti yang terawat dengan baik. Jika ada kerusakan kecil seperti pintu berderit, cat mengelupas, atau lampu mati, segera perbaiki sebelum ditawarkan. Investasi kecil untuk perbaikan bisa meningkatkan nilai jual secara signifikan. Bahkan, perbaikan sederhana bisa membuat pembeli menilai properti lebih berkualitas dan layak dibeli.
6. Gunakan Agen Properti Profesional
Jika Anda merasa kesulitan menjual sendiri, menggunakan jasa agen properti bisa menjadi solusi. Agen memiliki jaringan luas, pengalaman, serta strategi pemasaran yang lebih efektif. Mereka juga bisa membantu dalam proses negosiasi hingga legalitas transaksi. Pastikan memilih agen yang terpercaya dan berpengalaman di area properti Anda.
7. Fokus pada Unique Selling Point (USP) Properti
Setiap properti memiliki keunggulan masing-masing. Bisa jadi lokasinya strategis, dekat fasilitas umum, memiliki desain unik, atau bahkan harga yang lebih terjangkau. Fokuskan promosi pada keunggulan ini sebagai unique selling point (USP) untuk menarik minat pembeli. Misalnya, jika properti dekat dengan kampus, tonjolkan potensinya untuk rumah kos atau investasi jangka panjang.
Kesimpulan
Menjual properti di pasar yang lesu memang menantang, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan strategi harga yang tepat, penampilan properti yang menarik, promosi digital yang optimal, serta fleksibilitas dalam negosiasi, peluang untuk menemukan pembeli tetap terbuka lebar. Kuncinya adalah memahami kondisi pasar, beradaptasi dengan tren, dan menonjolkan keunggulan properti yang Anda miliki.
👉 Jadi, jika Anda sedang berencana menjual properti di tengah kondisi pasar yang kurang mendukung, terapkan 7 trik di atas agar penjualan lebih cepat terealisasi dan hasil yang didapat tetap memuaskan.
Related posts:

PropertyLounge.id adalah Konsultan Jasa Digital Marketing Property Agancy Terbaik dan Terpercaya Sejak 2008 di Indonesia. Untuk Info lengkap Digital Marketing Property Silahkan Hubungi Kami di +62 819-7810-088



